Simalungun, Armedo.co – Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih “utus” Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga hadiri penanaman 1 juta bibit pohon yang digagas i oleh Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, Minggu (12/1/2026).
Data dihimpun, Senin (13/1/2026) menyebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional pemulihan lingkungan dan penguatan solidaritas sosial pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatra.
Dengan tema “Merawat Bumi, Menjaga Solidaritas, Menjaga Masa Depan Bangsa”, penanaman pohon dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo.
Program ini selaras dengan agenda nasional pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, krisis lingkungan, dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simalungun menyampaikan bahwa isu lingkungan kini bukan lagi persoalan daerah semata, melainkan isu strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, lintas daerah, dan lintas elemen masyarakat.
“Apa yang dilakukan GEKIRA hari ini adalah bentuk aksi nyata menjawab tantangan nasional, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga mitigasi bencana. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung gerakan seperti ini, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Bibit pohon yang ditanam secara simbolis adalah pohon aren, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon ini dikenal mampu menahan erosi dan mengurangi risiko longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah rawan bencana seperti Tapanuli dan sekitarnya.
Selain manfaat ekologis, Wakil Bupati juga menekankan nilai ekonomi strategis pohon aren, yang sejalan dengan isu nasional ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan. “Aren bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal masa depan ekonomi rakyat. Hasilnya dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung program ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.







