Wakil Bupati berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa. “Merawat bumi adalah bagian dari menjaga masa depan Indonesia. Ketika pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat bergerak bersama, maka tantangan sebesar apa pun dapat kita hadapi,” pungkasnya.
Selain pemulihan lingkungan, GEKIRA juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan 10 ribu paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra – langkah yang selaras dengan semangat gotong royong dan solidaritas kebangsaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh, antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina GEKIRA sekaligus Koordinator Pelaksana Acara Nurdin Tampubolon, Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi, Sekretaris Jenderal PP GEKIRA Yeremias Ndoen, dan Bendahara Umum PP GEKIRA Dimpos Tampubolon.
Juga hadir jajaran Kabinet Merah Putih seperti Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, serta Ephorus HKBP Victor Tinambunan – yang menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat.
Setelah penanaman pohon, rangkaian acara dilanjutkan dengan dialog kebangsaan di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Tarutung, yang diikuti Kepala Daerah se Sumatra Utara. Dialog tersebut membahas isu-isu strategis nasional, mulai dari keberlanjutan lingkungan, peran masyarakat sipil dalam pembangunan, hingga penguatan persatuan di tengah tantangan global.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat korban bencana yang diserahkan melalui perwakilan para Bupati.(*)







