Sementara itu, Penasehat IBHSGBP, Prof Bungaran Saragih Garingging menyebutkan, momentum ini sebagai hari bersejarah tidak hanya bagi keluarga Saragih, tetapi juga seluruh masyarakat Simalungun dan Sumatera Utara.
“Perjuangan beliau adalah perjuangan kita semua. Hari ini kita merayakan nilai keberanian, keadilan, dan solidaritas yang beliau wariskan,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kebanggaan atas pengakuan ini bukan eksklusif, melainkan anugerah bagi seluruh masyarakat Simalungun bahkan seluruh rumpun Batak.
Di kesempatan lain, Bupati Simalungun periode 2010-2020, JR Saragih menyampaikan bahwa, gelar tersebut menjadi pembuka jalan untuk membangkitkan kembali ingatan sejarah pada generasi muda.
Menurut JR Saragih, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjadikan makam pahlawan sebagai pusat penghormatan dan edukasi sejarah. “Jangan minder, mari maju bersama-sama dan bangga bahwa Oppung Tuan Rondahaim berjuang tidak hanya untuk Simalungun, tetapi juga Sumatera Utara,” tegasnya.
JR Saragih juga melihat potensi kompleks makam ini untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar Pematang Raya.
Acara puncak, yang merupakan penyerahan resmi berita acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih, akan dilaksanakan pada Rabu (26/11/2025) di Hotel Simalungun City, Pematang Raya, sebagai penutup rangkaian peringatan yang penuh makna ini.(*)







