Hari itu kudengar katanya mau pelihara gopek (500) ekor, lanjut ibu paruh baya, tapi ku tengok ayamnya dikit. Paling seratusan ekor, kutanya, kok sikit bang. Katanya coba dulu, ya lebih kurang 100 ekor gitu. Kan hari itu 10 juta, disitu ayamnya, makannya, bangunannya, sewa lahannya hanya Rp 1,5 juta untuk satu tahun, pungkasnya.
Amatan dilokasi, Material pembuatan kandang ayam petelur itu juga terlihat dikerjakan asal jadi, berpagarkan dari tepas yang terbuat dari pelapa kelapa sawit.
Ketua Bumnag Mulia Mandir, Dedi Sanjaya, saat ingin dimintai informasi terkait keraguan masyarakat, baik melalui telpon juga belum membuahkan hasil.
Dalam hal ini, masyarakat juga berharap kepada Dinas PMPN, Inspektorat dan APH kabupaten Simalungun untuk memberikan perhatian khusus dalam pengawasan kepada Bumnag Mulia Mandiri.
Sementara menurut Sekretaris desa Nagori Margomulyo, Dika yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa total penyertaan modal oleh Pemnag Margomulyo. Yakni sebesar Rp 147 juta, dari jumlah itu, Rp 96 juta telah dicairkan pada tahap pertama dan dilaporkan pihak BUMNag seluruh anggaran telah dipergunakan.(ZAI)







