Simalungun, armedo.co – Meski sebagai landasan perencanaan, juga untuk mewujudkan proyek konstruksi yang efektif, dan sebagai pengendalian proyek. Namun fakta lapangan bahwa pelaksanaan konstruksi kolam budi daya ikan milik Pemkab Simalungun di Balai Benih Ikan (BBI) di Kampung Samosir, Nagori Karang Bangun, Kec. Siantar berlangsung tanpa shop drawing atau gambar kerja.
“Belum ada gambar kerjanya, kami baru dua hari bekerja disini. Rekanannya Pak Munte warga Kota Pematangsiantar, kalau kami warga Kecamatan Siantar Martoba Pematangsiantar. Termasuk plang proyek belum sempat dipajang,” beber pekerja yang ditemui di lokasi proyek milik Dinas Ketahanan Pangan (Hampang) Kabupaten Simalungun, Rabu (23/7/2024).
Sebelumnya Kepala dinas (Kadis) Hampang Simalungun, Robet Pangaribuan menyampaikan. Seluruh proyek fisik bersumber dari APBD TA 2024 Kabupaten Simalungun, telah dikuasai oleh mitra Dinas Hampang Simalungun. Sehingga fakta lapangan, proyek dengan konstruksi yang sama di pecah menjadi puluhan paket. Meski total anggaran melebihi miliaran rupiah.
Menanggapi kejanggalan pelaksanaan proyek fisik Dinas Hampang ini, salah seorang pemerhati konstruksi, Sianturi menguraikan. Shop drawing memiliki peranan penting untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Tentu saja sebuah proyek konstruksi memerlukan banyak pihak yang menjalankannya, salah satunya yaitu dalam pembuatan gambar kerja.
Dalam pembuatannya, kata Sianturi, gambar ini dilakukan oleh bagian teknis yang biasa dibuat oleh kontraktor. Gambar kerja sendiri itu memiliki beberapa jenis, dan salah satu gambar kerja yang paling dikenal yaitu shop drawing. “Ketika pekerjaan dilakukan tanpa gambar kerja, itu sudah salah,” pungkas Sianturi.(*)







