Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Meski melelahkan dan tidak ada yang mudah, Sairul bersama tim bangga dapat berkontribusi dalam momen penting untuk menghargai para guru di Kabupaten Simalungun.
“Capek boleh, menyerah jangan. Dan, saya senang bisa menjadi bagian dari itu,” katanya seraya menyampaikan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bersedia jika Negara ini membutuhkannya.
Sementara, Debora Hutasoit selaku Staf Ahli mewakili Bupati Simalungun, H. Anton Ahmad Saragih mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap suksesnya Perayaan HUT PGRI ke-80.
“Kegiatan ini luar biasa, terimakasih dan apresiasi kami sampaikan atas pengorbanan serta dedikasi panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini. Terimakasih juga kepada para guru dalam mendidik generasi masa depan,” ucapnya.
“Di pundak bapak ibu gurulah masa depan Kabupaten Simalungun ini diletakkan. Setiap tetes keringat, setiap jam pelajaran dan setiap nasehat kepada anak didik adalah sangat berharga” sambung Debora.
Menurut Debora, banyak hal yang perlu dibenahi dalam dunia pendidikan, “Memang kita akui bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari kesejahteraan guru, peningkatan layanan, kompetensi, hingga penyediaan sarana prasarana,” ungkapnya.
Apresiasi juga dilontarkan Ketua PGRI Simalungun periode 2025–2030, Zocson Midian Silalahi dalam sambutannya. “Tanpa kerja keras kalian dan kolaborasi semua orang, acara ini tidak akan bisa terlaksana dengan sempurna,” tandasnya seraya mengatakan semoga terpilih lagi tahun depan sebagai Ketua Panitia. (ist)







