Sehingga kita ketahui, apakah kios tersebut melakukan penebusan melampaui alokasi yang tercatat di e-RDKK atau melanggar aturan lainnya, dan kita mintakan PI mengambil tindakan tegas, pungkas Histoni tak luput membeberkan bahwa dirinya melakukan cross chek karena anggota DPR RI Hinca Panjaitan memintanya mengawasi atas kelangkaan pupuk di Simalungun.
Terpisah, Jum’at (6/3/2026), Elman Manurung selaku pemilik kios resmi UD Bornok Tani di Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa. “Kalau yang di Baja Dolok itu punya Pak Pangulu Baja Dolok, baru masyarakat. Dan pupuk bukan dari kita Pak. Petani yang mana Pak,” tanya Elman mencari tau siapa petani yang ngaku membeli pupuk dari UD Bornok Tani miliknya.
Ya salah seorang petani Jagung diatas lahan HGU PTPN IV Bah Jambi Afdeling 8 Nagori Baja Dolok Pak, kata penulis. “Bisa dikonfirmasikan nanti Pak kepada ketua BUMNag nya, bahwa kita itu tidak memberikan pupuk ke ketua BUMNag Baja Dolok. Karena kebetulan Pak, pupuk subsidi yang ada di Bosar Galugur itu untuk masyarakat yang terdaftar di Koptan Bosar Galugur.
Aktivitas kita ada Pak, kata Elman, aktivitas kita untuk ketahanan pangan. Kebetulan kita bermitra dengan pihak Bulog Pak, kita disitu hanya menerima hasil untuk ke Bulog Pak. Kalo masalah pupuk kita gak ada kesana Pak, artinya dijumpai aja ketua BUMNag nya itu. Bibit kita suplai kesana Pak, kalo pupuk gak ada. Itu anggotanya itu. Termasuk Kepala Desa aja nya Pak, BUMNag.(ZAI)







