Setelah di luar, terjadi pemukulan terhadap dua orang warga yang turut hadir yakni, inisial D dan E diduga dilakukan seorang pria berinisial JS. Hingga akhirnya, bentrokan tak terhindarkan.
Kapolsek Bangun, AKP R Simarmata kepada wartawan beralasan (melestuskan senjata) hanya sebagai peringatan dan untuk membubarkan. “Karena terjadi pemukulan terhadap seseorang tadi dan anggota ku sudah gak bisa lagi tadi,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah ada korban? Kapolsek mengatakan, ada. “Sudah sempat pemukulanlah,” ucapnya seraya memperagakan dengan menggerakan tangannya.
Kembali ditanya siapa yang memulai pemukulan? Kapolsek menerangkan, sebenarnya kalau dilihat dari atas itu tadi, Pangulu ke luar dan ada yang mau mengapain.
“Dikejar ke situ pangulu ini, mau dipukullah. Datanglah anaknya memukul seseorang ini, karena bapaknya mau dipukul. Mau membelalah. Massa kan banyak, dikeroyoklah. Ada sampai jatuh tadi kereta (sepeda motor),” terang Kapolsek.(*)







