Simalungun, Armedo.co – Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr Debora Evalinch Sigit, dinilai sulit diakses awak media untuk konfirmasi, sehingga memunculkan pemahaman minimnya transparansi dan sikap ‘alergi’ terhadap wartawan.
“Sikap alergi seperti itu, tidak layak dipertontonkannya. Mengingat dia itu pejabat penyelenggaraan pemerintah, dalam hal ini Sekretaris Dinas. Sikap seperti itu juga sangat bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik yang diatur dalam UU No 14 Tahun 2008,” sebut sumber anonim, Rabu (25/2/2026).
Terpisah, Selasa (24/2/2026), sebuah iklan bertuliskan, ‘Kendaraan Dinas Ya Cuma Buat Bertugas’ ditemukan di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Simalungun di Pematang Raya. Namun faktanya tidak berbanding lurus.
Tulisan pada iklan disertai logo KPK serta gambar Bupati dan Wakil Bupati, Anton Achmad Saragih-Benny Gusman Sinaga tersebut tidak berlaku bagi oknum Sekdis Kesehatan Simalungun, dr Debora Evalinch Sigit.
Satu unit kendaraan dinas (randis) roda dua baru dibeli menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 masih diendapkan, belum dikembalikan meski telah terkuak ke permukaan.
Seorang pegawai mengaku boru Sitohang dan jaga piket mengatakan, Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun, dr Debora Evalinch yang hendak dikonfirmasi sedang rapat.
“Lagi rapat,” ucapnya meski tidak lebih dulu dicek ke dalam untuk memastikan dan tak mengetahui rapat dengan siapa, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Berbeda dengan seorang staf yang masih berstatus CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), Swisna Haloho justru menyampaikan, sedang ada tamu (Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun).
“Masih ada tamu,” katanya dengan raut wajah tanpa senyum saat ditanya sejumlah wartawan dekat piket usai mengambil sebuat paket dari luar yang dhantarkan seorang kurir.
Sementara, karena akan diwawancarai. Arnol Saragih seketika dipanggil ke ruang kerja Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun, dr Debora Evalinch Sigit melalui, Swisna Haloho. “Pak dipanggil,” ucapnya.
Tak lama berselang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pengadaan kendaraan dinas roda dua tersebut datang. Namun, raut wajah tampak cemberut. Yang semula terlihat ceria serta ramah. “Lagi banyak kerjaan,” elaknya.







