Hal senada dikatakan Girsang bahwa jalan tersebut merupakan jalur alternatife penghubung. Tapi tidak pernah perbaikan sejak 7 tahun terakhir.
“Seingat saya kurang lebih 7 tahun jalan ini tidak diperbaiki sehingga kondisinya memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilewati,” ujarnya.
Saat memasuki musim hujan nantinya selain lubang jalan sering tegenang air sehingga warga yang melintasi tidak mengetahui kedalaman lubang di jalan yang rusak hingga mengakibatkan kecelakaan. Sebab saat ini saja sudah sering kecelakaan sepeda motor dan mobil yang tersangkut ketika melintas di jalan itu.
“Memasuki musim hujan kondisi jalan sudah banyak terkikis, ketika musim kemarau kondisi jalan berdebu ,” jelasnya.
Padahal, warga sudah melakukan perbaikan dengan menimbunkan ke lobang jalan dengan bergotong-royong demi mengurangi resiko kecelakaan. Namun hal ini tidak bertahan lama sebab jika hujan tanah yang di timbun akan kembali terbawah oleh aliran air hujan.
“Iya, kita berharap kiranya pemerintah kita itu bermurah hati untuk mendahulukan perbaikan jalan ini. Hanya itu yang bisa kita harapkan,” pintanya. (jun)









