Ungkapan kekecewaan serupa juga disampaikan Yuni warga Kelurahan Sibuluan Terpadu, ia mengakui hingga 1 persenan pun batuan dari Pemerintah Tapanuli Tengah tidak kunjung diterima, hingga banjir yang kedua kali 11 Februari 2026 lalu melanda kediamannya.
“Indak ada beresnya lagi kerja Bupati Tapteng ini, sampai kebawa pun juga tidak beres, suda la kalau tidak sanggup jadi Bupati Pulang la ke Jakarta sana, kecewa kami memilih dia jadi Bupati,” ungkapnya.
Sambungnya, ketika ditanya Lurah terkait Jaminan Hidup dan bantuan rumah rusak 1000 macam alasan, silahkan tanya BPBD dari BPBD silahkan tanya Dinas Sosial dari Dinas Sosial silahkan tanya BPBD.
“Disini la kami masyarakat sangat kecewa melihatnya sebagai Bupati tidak ada keseriusan dan pedulinya melihat nasib kami yang menjadi korban bencana alam, menunggu kepastian dari bulan – ke bulan sampai dengan oper sana sini seperti bola. Jika tidak mampu lagi jadi Bupati di Tapteng jangan dipaksakan mundur saja masyarakat yang menderita,” pungkasnya.
Terpisah Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu saat dikonfirmasi ke kantor Bupati Tapanuli Tengah, sedang tidak berada dikantor Bupati.(Tamy)








