“Dana penyertaan BUMDes tahun 2025 sebesar Rp144 juta, tetapi hasil panen hanya Rp 11 juta. Ini menjadi pembahasan masyarakat karena diduga ada penyimpangan anggaran,” jelasnya.
Saragih juga menduga adanya pengadaan barang dengan harga yang tidak wajar dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana BUMDes tersebut.
Baru baru ini, Direktur BUMDes Sinaman Labah, Jarunggu saragih ketika ditemui membenarkan bahwa BUMDes menerima dana penyertaan modal sebesar Rp144 juta rupiah dan hasil panen jahe putih hanya Rp 11 juta.
Ia menjelaskan rendahnya hasil produksi disebabkan faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi yang menyebabkan tanaman banyak busuk.
“Karena musim hujan, banyak tanaman yang rusak. Untuk lahan BUMDes luasnya sekitar 10 rante dan dikontrak Rp4 juta per tahun,” jelasnya.
Saya sudah stres buat LPJ nya, sampai hari ini LPJ nya belum siap dan belum ada di laporkan ke dinas terkait.
“Sampai hari ini LPJ nya belum siap,” pungkas Jarunggu Saragih. (Jun)









