“Seharusnya di Chek dulu, kan ada Ahli Gizi, ada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) kalau menu makanannya seperti itu berarti Ahli Gizi, KA SPPG dan Yayasannya harus di periksa, sebab siapa yang akan tanggung jawab jika terjadi hal hal yang tak di inginkan terhadap generasi di Kota Sibolga ini,” sambungnya.
Didampingi beberapa orang tua siswa penerima manfaat dari Program Makanan Bergizi di Kota Sibolga menghimbau, agar para orang tua siswa dan guru lebih teliti dan memperhatikan menu MBG yang dibawa anak-anak ke rumah masing-masing.
“kepada Guru dan orang tua siswa agar lebih memperhatikan kembali menu MBG apakah layak dikonsumsi atau tidak dan juga kepada Yayasan yang menangani MBG ini pun harus chek lagi. jangan karna mau menghemat anggaran untuk menghasilkan keuntungan yang banyak, Al hasil anak anak yang jadi korban keserakahan kalian,” pungkasnya.(Tami)








