Medan, Armedo.co – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) I KPPU, Ridho Pamungkas menjelaskan , sepanjang tahun 2023 jumlah laporan yang masuk ke wilayah kerja Kanwil I KPPU meliputi 5 Provinsi mengalami peningkatan dengan jumlah 37 laporan terkait persaingan usaha.
“Dari sisi persebaran jumlah laporan di wilayah kerja Kanwil I KPPU yang meliputi 5 Provinsi, Sumatera Utara (Sumut) mendominasi dengan jumlah 24 laporan. Orang Sumut ini paling suka melapor, jadi paling banyaklah laporan persaingan usaha yang masuk. Sisanya Sumatera Barat ada 3 laporan, Aceh 2 laporan, Riau 5 laporan dan Kepri 3 laporan,” kata Ridho Pamungkas saat memaparkan capaian kinerja Kanwil I KPPU tahun 2023 , Rabu ( 6/12) di Medan pada kegiatan saat menyampaikan capaian kinerja KPPU Kanwil I, Rabu (6/12/23) di Medan
“Jadi laporan kemitraan itu relatif, baru masuk di 2019. Seiring dengan adanya platform penanganan masalah kemitraan dan tahun ini ada 2 laporan,” ucapnya
Lanjut Ridho, jumlah laporan itu mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2022 yang hanya 28 laporan. Adapun laporan persaingan usaha terbanyak terkait tender sebesar 86,5 persen, non tender 8,1 persen dan sisanya terkait kemitraan.
Adapun kegiatan penyelidikan yang sedang berjalan di Kanwil I KPPU lanjut Ridho, saat ini ada 10 penyelidikan. Masing-masing 1 penyelidikan di Sumut terkait tender pembangunan Pasar Baru, Mandailing Natal, kemudian ada 3 penyelidikan di Aceh, Sumatera Barat 1 penyelidikan dan Kepri 3 penyelidikan serta Riau 2 penyelidikan.
Untuk total pengenaan denda dari putusan yang sudah inkrah di wilayah kerja Kanwil I KPPU sampai tahun 2023 sebesar Rp58 Miliar. Jumlah yang sudah dibayar sebesar Rp24 Miliar dan yang belum dibayar (piutang) sebesar Rp34 miliar.
Ada terdapat tambahan denda sebesar Rp5,4 Miliar dari denda putusan sidang perkara terkait tender MYC Aceh yang dibacakan pada tangal 05 Desember 2023,”ungkap Ridho.
Dalam pemaparannya Ridho juga menyampaikan selama tahun 2023, Kanwil I KPPU telah melaksanakan 22 kegiatan advokasi terkait dengan persaingan usaha dan pengawasan kemitraan di wilayah kerjanya kepada stakehokder terkait.
Sedangkan katanya, kasus yang terkait kemitraan antara PT. Wiratama Adi Jaya dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk di wilayah Kota Tebing Tinggi,” jelasnya.
Sedangkan pada tahap penyelidikan, ada 10 kasus yang sedang berjalan di Kanwil I tahun 2023.
“Di Sumut sendiri masih ada satu kasus penyelidikan terkait pembangunan pasar baru Kabupaten Mandailing Natal (tender ulang) satuan kerja pelaksanaan prasarana pemukiman wilayah I Sumut kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat tahun anggaran APBN 2020,” pungkasnya ( EM/R)








