Simalungun, Armedo.co – Pekerasan rabat beton dan cover drain di Jl. Jeruk 4, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumut, diduga dikerjakan asal jadi dan terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi.
Foto. Tampak batu merah bekas digunakan sebagai butiran pekerasan.
R.S, salah seorang warga setempat, Minggu (21/1/2024) menyayangkan atas pekerasan jalan bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023 di Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, senilai Rp.42.790.000.
“Kuat dugaan Pangulu Nagori Sitalasari melakukan korupsi, saya berharap pihak APK dan instansi terkait agar segera turun untuk melakukan pengecekan pekerasan rabat beton itu,” katanya.
Saya pribadi selaku masyarakat Nagori Sitalasari sangat menyayangkan dengan adanya pekerasan rabat beton dan cover drain yang dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasinya.
Sebab, kata R.S, pekerasan rabat beton tersebut tidak menggunakan batu padas pecah. Melainkan menggunakan batu bekas, seperti batu bata bekas dan batu batuan dari sebuah runtuhan bangunan.
Banyak kejanggalan dalam pengerjaan jalan rabat beton di Nagori Sitalasari itu, kata R.S, jadi bukan saya saja merasa kecewa. Masyarakat lain pun pasti kecewa, karena dikerjakan asal jadi.
Foto. Material bekas digunakan sebagai butiran pekerasan jalan rabat beton.
Karena dalam pelaksanaan pekerjaan nya sangat amburadul banyak bahan bahan yang dikurangi, jadi kami mohon dengan sangat kepada pihak APH dan instansi terkait mengambil tindakan, pungkas R.S.
Untuk perimbangan pemberitaan, PDTI (Pendamping Desa Teknik) Kecamatan Siantar, Jasim Purba enggan memberi tanggapan. Meski konfirmasi terkait dugaan terkirim dan ceklis dua.(Zai)










