Simalungun, Armedo.co – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membantah keterlibatan pihaknya memasok bahan bakar minyak (BBM) solar ke replanting PTPN IV Balimbingan di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
“Sampai sekarang ini sepengetahuan saya tidak ada polisi yg urusi minyak ke PTPN4,” bantah Kapolres Simalungun, AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Manson Nainggolan, Minggu (7/4/2024).
Bantahan ini disampaikan Kapolsek Tanah Jawa, menanggapi konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan tentang adanya keterlibatan oknum polisi memasok BBM jenis solar ke replanting PTPN4 Balimbingan.
Menurut Kapolsek, pihaknya akan memberi tindakan tegas kepada oknum polisi yang terlibat bermain BBM tanpa aturan. “dan apabila itu ada pasti saya tindak tegas sesuai UU dan peraturan,” imbuh Kompol Manson Nainggolan.
“tdk ragu ragu dan tanpa pandang bulu habisi oknun polisi yang bermain BBM tanpa aturan,” pungkas pesan singkat telepon selulernya, Minggu (7/4/2024) sekira pukul 21.35 WIB.
Sebelumnya, seseorang berinisial R, tak lain salah seorang vendor PTPN IV Medan dalam mengerjakan replanting kebun sawit Unit Balimbingan. “Sibolis ya, pinjamnya itu, memang minyak kami dipinjam, kan gak salah,” ungkap R.
Itu disampaikan inisial R setelah salah seorang pelaksana lapangan vendor inisial BD mengatakan bahwa BBM Solar dalam sejumlah jerigen yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat ia pinjam dari vendor rudi.
“Dari sini sumber nya katua.. habis stok bbm kami.. ini pinjam damai vendor rudi,” tulis pesan singkat telepon seluler bolis naburju alias Ardiansyah Piliang tak lain pelaksana lapangan vendor insial BD yang diduga oknum DPRD Simalungun.
Kembali press rilis vendor inisial R, “abang bilang piliang mana kenal aku piliang, siapa piliang aku gak tau. Aku kenal sibolis, o.. manalah kutau nama aslinya Ardiansyah Piliang. Tauku sibolis aja, pinjamnya kemari,” sambung R.
Bawa jerigenku dia, jeregen ku di bawak dia. Pinjol bang, ngapai kubohong bohong abang. Gak ada pokoknya jual jual minyak atau nampung nampung minyak, ya dari biasa lah. Aku mana berani beli dari luar, matilah aku.
Abang tau sendirilah aku, lanjut inisial R dari seberang telepon seluler miliknya, nyeleweng sendiri gak beranilah aku bang. Kawan minjam, dia butuh kita bagi. Tapi besok dipulangkan. Namanya kita satu proyek, minyak sama sama kan!!
Kalau aku gak berani bang, minyak masuk dari luar aku gak berani, lanjut inisial R. “Berarti dari Polda juga ya bang,” tanya wartawan. “Ia, sama,” sahut vendor inisial R tak luput menerangkan bahwa alata beratnya dirental vendor lain. (Zai)








