Kadang kan gini bang, kata Masrah, kalau dia itu, dia supir, siang kuliah. Pernah dia (Rachmat Ichsan) jam dua malam ku bangunkan, ayo antar mamak. Kebakaran disana, ya kalau aku sendiri, suami gak punya. Kalau gak dia siapa? Gitu. Ia, anak saya itu Paruh Waktu disini. Sebenarnya dia menang Penuh Waktu, tapi tempat yang dituju dia gak ada.
Ya bisa dia Penuh Waktu, kata Masrah, karena selama ini dia bantu kita.
Terhitung saya menjabat Camat disini, ku bawalah dia kemana mana. Karena dia risain (resign), melamar kemana mana. Ku bilang, gak usah pusing pusing. Ada rejeki ku, ada rejeki mu. Ia, kan memang SK Camat semua kalau untuk honor honor.
Kalau penggajian nya, kata Masrah, itu lah sampai sekarang kami ada tenaga kerja sukarela (TKS). Untuk bersihkan ini, jaga malam udah gak ditampung. Kami, ya kami lah. Ya gak masalah, uang minyak ku lah ku kasih. Namanya tenaga kerja sukarela, kalau gak gitu bang, aku terlambat semua aplikasi. Karena dia pintar, ya ku bawa (jadikan honor). Masih kuliah dia udah honor, pungkas Masrah.(ZAI)







