Hanya saja, sejauh ini penyidik belum berhasil mengungkap terduga pelaku. “Makanya masih berproses. Masih dalam penylidikan,” jelas DG seraya mengaku TBS sudah sering hilang diduga ulah para ninja yang beraksi di blok dalam afdeling.
Sebagai pelapor, yakni DG sekaligus penerima kuasa dari Kebun Unit Tonduhan. “Surat kuasa dari perusahaan dan perintah menejer harus dinaikan,” ucapnya.
Selain itu, penampung TBS hasil curian dari Kebun Unit Tonduhan juga belum terungkap. “Belum dapat, termasuk kereta (sepeda motor) anggota yang baru-baru ini dibakar,” bebernya.
Sementara, Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung akan mengecek laporan tersebut. “Saya cek dulu ya,” ucap Banuara mantan Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar.(*)









