Sementara itu, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian serta dukungannya terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Menurut Bupati Simalungun, PENAS XVII merupakan momentum strategis bagi para petani dan nelayan untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mengadopsi berbagai inovasi dan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Simalungun menjadi satu-satunya daerah dari Provinsi Sumatera Utara yang menghadirkan Stand Pertanian dan UMKM pada PENAS XVII Tahun 2026.
“Kehadiran Stand Pertanian dan UMKM Kabupaten Simalungun menjadi bukti bahwa Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah lumbung pangan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati Anton.
Lebih lanjut, Bupati Anton menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Simalungun. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui penguatan kelembagaan petani, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian dan perikanan.
Bupati Simalungun juga berharap seluruh peserta dan kontingen Kabupaten Simalungun yang mengikuti PENAS XVII dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana bertukar pengalaman, memperluas pengetahuan, serta membawa pulang berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Simalungun.
“Melalui PENAS XVII ini, kita berharap semakin banyak ilmu, teknologi, wawasan dan pengalaman yang dapat diterapkan di daerah sehingga mampu memperkuat posisi Kabupaten Simalungun sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” pungkas Bupati. (*)








