Simalungun, Armedo.co – Warga Nagori
Sinaman Labah, Kecamatan Dolog Masagal, menyorot tajam pengelolaan dana penyertaan modal usaha BUMDes Sinaman Labah Tahun 2025. Pasalnya, dana sebesar Rp144 juta dinilai tidak transparan dan diduga bermasalah.
Salah seorang warga yang enggan di tulis namanya mengatakan bahwa BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa sejatinya dibentuk untuk mengelola aset dan potensi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Namun dalam praktiknya, pengelolaan BUMDes Sinaman Labah kini menuai kritik dan diduga tidak transparan oleh pengurus BUMDes,” bebernya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, dana penyertaan modal sebesar Rp144 juta dikucurkan dari Dana Desa Tahun 2025 disebut digunakan untuk usaha pertanian jahe putih. Akan tetapi, hasil panen yang diperoleh hanya mencapai Rp 11 juta dari lahan seluas 10 rante.
“Hasil panen yang di peroleh hanya mencapai 11 juta dari lahan seluas 10 Rante,” terangnya.
Hal serupa juta diutarakan sumber bermarga Saragih mengungkapkan bahwa persoalan ini telah menjadi pembicaraan luas di tengah masyarakat desa. Warga mempertanyakan besarnya selisih antara modal yang digelontorkan dengan hasil panen yang diperoleh.
“Dana penyertaan BUMDes tahun 2025 sebesar Rp144 juta, tetapi hasil panen hanya Rp11 juta. Ini menjadi pembahasan masyarakat karena diduga ada penyimpangan anggaran,” bebernya.
Saragih juga menduga adanya pengadaan barang dengan harga yang tidak wajar dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana BUMDes tersebut.









