Simalungun, armedo.co – Terbangunnya gedung baru kantor Kecamatan Bandar, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga berharap. Keberadaannya benar benar dapat menumbuhkan semangat kerja yang baru, dan semangat kerja yang produktif.
Disertai pengabdian yang berpihak kepada rakyat bagi Camat dan seluruh aparatur Kecamatan Bandar.Karena betapapun megahnya kantor Camat, tentunya tidak akan berarti apa apa. Jika tidak dibarengi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat
Menurut Camat Bandar, Tagon Sihotang ditemui, Rabu (17/4/2024). “Tahun 2023, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga merencanakan bangunan baru untuk empat kantor camat dan satu polsek. Salahsatunya, kantor camat bandar ini”
Pertama, kenapa harus dibangun di Kecamatan Bandar ini, imbuh Tagon. Pak Bupati ingin merubah wajah dan pelayanan kepada masyarakat. Kali pertama ditempatkan di sini, gedung lama dibangun sekitar tahun 1980 an, ucap Camat Bandar.
Tapi sejak itu, baru sekali dipugar secara besar-besaran sehingga terlihat seperti yang sekarang ini. “Kalau dulu sebelum dibangun, ruangan pelayanan e-KTP sempit. Kemudian saat puncak pelayanan kepada masyarakat, kami kewalahan. Ini karena sempit,” katanya.
Beda hal dengan bangunan yang sekarang, bisa menampung hingga ratusan masyarakat dalam melakukan pelayanan. Nggak lagi menunggu di luar berpanas-panasan. Bahkan Pak Bupati berkantor disini, kata Tagon lalu menunjuk ruang kerja Bupati.
Yang artinya, ada tujuannya ke depan.
Salah satu concern beliau adalah pemekaran Kabupaten Simalungun. Dan itu dibuktikan Bupati dengan mempersiapkan gedung Kantor Camat Bandar, harapannya ketika Kabupaten Simalungun dimekarkan suatu saat.
Maka Kantor Camat Bandar bisa dipakai menjadi kantor pemerintahan sementara bagi Pj (penjabat) atau plt (pelaksana tugas) yang menjabat ketika Kabupaten Simalungun dimekarkan.
Kedua, Kantor Camat terintegrasi. Di dalam lingkungan Kantor camat tidak hanya ruangan untuk Kantor kecamatan tapi juga ada kantor UPT PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Simalungun.
Jadi, satu-satunya UPT PPA Kabupaten Simalungun hanya ada di lingkungan Kantor Camat Bandar. Dan gedungnya disiapkan di belakang, kata Tagon.
Dengan adanya UPT PPA, sebagai upaya Pemkab Simalungun memberi pelayanan terutama pendampingan perempuan dan anak, secara khusus di Simalungun bawah.
Sehingga, yang dari Ujung Padang, Bandar Masilam, Pematang Bandar, Bosar Maligas, Huta Bayu Raja tidak perlu lagi repot ke Raya dalam hal pendampingan perempuan dan anak.
Dan dari segi pelayanan, kami merasa cukup signifikan, tegas Tagon.
Apalagi di awal-awal dulu, banyaknya warga yang mengurus administrasi kependudukan, baik itu pengurusan KTP dan lain-lain, walaupun concern saat ini yaitu pelayanan administrasi kependudukan, yaitu perekaman KTP dan pencetakan KTP.
Jadi, ke depan juga, seandainya diberi izin oleh Kemendagri, pelayanan administrasi kependudukan lain bisa dibuka juga di kantor camat ini. Seperti pengurusan akta lahir, dan yang lain-lain, kami sudah sudah siap.
“Mudah-mudahan kementerian bisa memfasilitasi supaya di sini juga bisa dilakukan, sehingga masyarakat kita yang ada di beberapa kecamatan di Simalungun bawah, tidak terlalu jauh ke Raya, tetapi bisa melakukannya di kantor kita ini,” ujar Tagon.
Masih kata Tagon, kantor pihak Kecamatan Bandar juga sangat terbuka, dengan lapangan yang luas juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menggelar even. Dan ke depan ini, ada rencana event yang digelar Dinas Pariwisata berupa ekonomi kreatif.
Di samping itu, Pak Bupati Simalungun juga memiliki satu ruangan di kantor ini. Yang harapannya, ke depan Pak Bupati bisa berkantor beberapa kali seperti sebelumnya. Dan, menerima tamu, kemudian menerima aspirasi masyarakat, keluhan masyarakat.
Termasuk menerima saran dan pendapat dari masyarakat di Simalungun bawah. Walaupun dalam beberapa kali kesempatan Bupati Simalungun datang ke Perdagangan, selalu lebih banyak berkunjung ke lapangan, turun langsung bertemu masyarakat.
Seperti baru-baru ini, lanjut Tagon, BUpati Simalungun mengunjungi pasar modern dalam rangka perbaikan dan pembenahan pasar modern agar lebih baik ke depan. Kantor camat memiliki 1 ruang kerja bupati, ruang kerja camat, ruangan sekcam, ruangan pengurusan KTP, kassubag. Kemudian, ruangan kasi ada lima di atas.
Juga ada ruang baca, ruang PKK. Dan nanti ada satu ruangan disiapkan untuk pengurus organisasi kepemudaan yang ada di Kecamatan Bandar. Ruangan itu nanti sebagai basecamp para pengurus organisasi kepemudaan, sehingga bisa nanti lebih dekat ketika mereka ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah kecamatan.
Lalu, ada juga aula atau ruang harungguan di lantai II dengan kapasitas 100 orang. Luas lahan kantor Camat Bandar ini kurang lebih dua hektare (ha). Dulu, kantor berlantai tehel, sekarang sudah lantai keramik.
Dulu, ruangan kantor camat hanya bisa menampung maksimal 5-6 orang tamu bertamu, kalau sekarang menampung 20 orang pun masyarakat kita sudah bisa dilakukan di ruangan camat. Dulu, ruangan KTP, hanya bisa menampung 5-6 orang, sekarang bisa menampung 20 sampai 30 orang .
Yang gak enaknya, karena ruangan yang begitu sempit, masyarakat harus menunggu di luar. Kalau sekarang, sudah bisa bertamu di dalam. Dulu, bahkan pernah kecurian. Kalau sekarang, bangunannya lebih safety. Mudah-mudahan aman lah.
Selain Kantor Camat, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga membangun gedung perpustakaan daerah di Kelurahan Perdagangan III.
Kemudian, Bupati Simalungun juga concern dalam hal penanganan drainase.
Sebab dari beberapa kali melakukan kunjungan, Bupati Simalungun sering menerima keluhan masyarakat mengenai banjir. Sehingga Bupati Simalungun merasa heran mengapa kota Perdagangan yang berada di atas Sungai Bah Bolon, tetapi bisa banjir ketika musim hujan.
Sehingga pada tahun 2023, Bupati Simalungun mengucurkan anggaran sebesar Rp.2 miliar untuk perbaikan drainase perkotaan di Perdagangan.
Kemudian melakukan pembenahan di Pasar Modern dengan tujuan untuk memfasilitasi para pedagang yang masih berjualan di Pajak Lama.
Sehingga, Pajak Lama itu nantinya, karena ada gedung perpustakaan daerah, maka lokasi pajak lama itu nantinya akan dijadikan sebagai ruang terbuka publik atau ruang terbuka hijau.
Kemudian, bekas terminal perdagangan itu nantinya akan dijadikan pusat UMKM.
Dan, pada tahun ini, Bupati Simalungun berencana akan menggelontorkan dana sebesar Rp.2 miliar untuk perbaikan drainase lanjutan. Selain itu, juga akan dilakukan gotong royong bersama masyarakat untuk membersihkan drainase dengan menurunkan dua alat berat dan dump truk. Sehingga, kota perdagangan menjadi kota yang cantik dan indah.
Salah seorang warga, Rio Hutahaean mengaku sangat puas terhadap perhatian Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga terhadap kota Perdagangan. Kepuasan itu antara lain dilihat dari pembangunan yang ada saat ini di Kota Perdagangan, sebagai wajah Kabupaten Simalungun yang lebih berwibawa.(*)









