Simalungun, armedo.co – Terseret kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Balei Merah Putih milik PT Telkom di Pematang Siantar, Esron Sinaga bertindak sebagai pembina pada apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Simalungun.
Pelaksanaan apel gabungan pasca cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M itu berlangsung di halaman kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Selasa (16/4/2024).
Informasi dihimpun, Sekda Kabupaten Simalungun Esron Sinaga saat itu menjabat Kepala Dinas Perijinan di Kota Pematang Siantar. Diduga terlibat pengurusan Amdal dan ijin pembangunan gedung merah putih PT Telkom yang menelan anggaran Rp 1.150.000.000,-
Pada apel gabungan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Esron Sinaga membaca pidato tertulis Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. Sekda mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 kepada peserta apel khususnya yang beragama Islam, minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin.
Untuk Perseta apel yang beragama Kristen, Sekda juga mengucapkan selamat Paskah. “Saya Apresiasi atas kehadiran dan keikutsertaan nya kepada seluruh peserta apel gabungan ini,” ucap Sekda.
Untuk itu, Sekda mengatakan momen hari raya Idul Fitri dapat dijadikan sebagai waktu untuk berbenah dan meningkatkan semangat berkarya, bekerja dan mengabdi kepada masyarakat, untuk mewujudkan visi Pemkab Simalungun ‘Rakyat Harus Sejahtera’.
“Mari kita bergerak progresif, setiap waktu yang berjalan harus berkembang dan bermakna,” ajak Sekda.
Selanjutnya, Sekda mengingatkan kepada perangkat daerah, bahwa tahun anggaran 2024 telah memasuki triwulan II, mari laksanakan seluruh program kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Mari kita jaga pemerintahan yang bersih (clean government) sesuai dengan misi pemerintah Kabupaten Simalungun,” ajak kepada seluruh perangkat daerah.
“Tetap jalin kebersamaan, jalin komunikasi yang baik dengan seluruh pegawai di instansi masing-masing, sehingga semua pekerjaan dan permasalahan dapat di selesaikan dengan baik,” pinta sekda.
Usai apel gabungan, seluruh peserta apel saling berjabatan tangan untuk saling memaafkan.(*)









