Simalungun, Armedo.co – Pengerjaan replanting atau peremajaan kelapa sawit sarat menyimpang, pihak manajemen PTPN-4 Balimbingan yang berkedudukan di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun terkesan “tutup mata”.
“Pekerjaan ini sepertinya tidak diawasi serius oleh pihak manager, askep, dan asisten. Sementara hasil pengerjaan oleh vendor, sarat akan penyimpangan,” kata RS, saat ditemui di areal replanting Afdeling 2 sebelumnya.
Realisasi luku satu lahan kelapa sawit di Afdeling 2 Nagori Bah Kisat, Kecamatan Tanah Jawa. Dinilai layak untuk ditinjau ulang. Ini karena disejumlah lokasi/areal terindikasi dikerjakan tidak sesuai dengan volum dalam kerangka acuan kerja, atau KAK.
“Nanti aku carikan Kerangka Acuan Kerja (KAK) replanting Afdeling 2 ini, yang pasti ada disejumlah titik lokasi tidak di luku sama sekali. Ketentuan meluku I itu kedalamannya 25 cm, dan arahnya harus dari Timur ke Barat dengan gawangan besar,” beber RS.
Saat kita amati, kata RS. Selain terjadi pengurangan volume dalam luku 1 dan 2, tebal chippingan batang atau bonggol akarnya juga terindikasi menyimpang dari syarat teknis tanaman ulang kelapa sawit. Karena bervariasi dari 20 cm, 17 cm, 15 cm. Bahkan ada yang 10 cm.
Mengacu KAK, lanjut RS mengaku kalau tidak silap. Seharusnya tebal chippingan 5 cm, alias berbanding tidak lurus. Dan kira berharap agar realisasi pengerjaan replanting (peremajaan atau tanaman ulang) segera ditinjau ulang.
Terkait informasi adanya penyimpangan dan merugikan keuangan negara ini, manager PTPN IV Balimbingan, Aulia maupun Asisten Afdeling 2 tetap bungkam. Meski konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan, terpantau ceklis dua pada layar monitor.
Terpisah, disinggung kebenaran dirinya sebagai pemasok BBM Solar bersubsidi. Piliang yang mengaku sebagai sibolis naburju, tak lain pelaksana lapangan vendor inisial BD mengatakan pihaknya menggunakan BBM Solar industri.
“Ngk ada bg.. Siapa yg bilang? Masuk resmi industri kami. Ngk ada aku masukkan bg.. daru mana mau ambil barang nya,” tulis pesan singkat telepon seluler miliknya membantah, kemarin, Kamis (4/4/2024).
Sementara, beber sejumlah warga sekitar. Piliang melansir BBM jenis Solar diduga Solar subsidi diisi dalam jerigen, yang selanjutnya dilangsir menggunakan kendaraan roda empat L300 warna hitam. (Zai)








