Simalungun, Armedo.co – Refleksi capaian kinerja 2023 membicarakan PAD Simalungun, sangat naif sekali membicarakan PAD Simalungun tapi kegiatan tersebut dilakukan di salah satu hotel yang ada di kota Pematang Siantar.
Bagaimana PAD pajak dan retribusi hotel bisa meningkat di Simalungun? Kalau kegiatan dilakukan di Pematang Siantar, maka pajak dan retribusi akan masuk ke Pemko Pematang Siantar.
Apakah cashback dari hotel yang ada di Pematang Siantar lebih tinggi dari hotel yang ada di kabupaten Simalungun ?
Penilaian miris terhadap digelarnya konferensi pers atas capaian kinerja Tahun 2023 Pemkab Simalungun di Sapadia Hotel, Pematang Siantar, Jum’at (29/12/2023) ini disampaikan pengamat M. Adil Saragih melalui chat mesenger, Selasa (2/12/2023).
“Naif sekali membicarakan PAD Simalungun tapi kegiatan tersebut dilakukan di salah satu hotel yang ada di kota Pematang Siantar. Apakah cashback dari hotel yang ada di Pematang Siantar lebih tinggi dari hotel yang ada di kabupaten Simalungun ? Miris,” sebut mantan Komisioner Bawaslu Simalungun, M. Adil Saragih.
Sebelumnya, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga pada kegiatan tersebut menyatakan. Sejak dirinya dilantik menjadi Bupati Simalungun lebih kurang 2 tahun 8 bulan, dan selama perjalanan pemerintahan masih terdampak Covid selama 1 tahun.
“Di tahun pertama, kita masih melanjutkan pemerintahan yang terdahulu. Aslinya kita melaksanakan pemerintahan ini baru 1 tahun 8 bulan,” jelas Bupati.
Tetapi, lanjut Bupati Radiapoh, Pemkab Simalungun sangat mengapresiasi sekali melihat semangat kegotong-royongan (Haroan Bolon) masyarakat. “Itulah yang mendasari semangat saya untuk membangun daerah ini, sehingga mencapai lompatan- lompatan besar, meskipun usia pemerintahan kami masih 1 tahun 8 bulan,” kata Bupati.
Itu bukan Bupatinya yang superman untuk bisa mendapat pencapaian- pencapaian itu, kata Radiapoh, tentu juga bersama rekan-rekan OPD, elemen masyarakat dan juga insan pers. “Dalam menjalankan pemerintahan (1,8 tahun) 50 % waktunya di habiskan untuk membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” kata Bupati Simalungun.
Hal itu dilakukannya untuk membuka ruang bagi OPD mendapatkan program-program kerja yang akan dilaksanakan pemerintah provinsi maupun pusat untuk pembangunan Kabupaten Simalungun. “Puji syukur kepada Tuhan, berkat membangun komunikasi itu sangat luar biasa dampaknya untuk pembangunan Kabupaten Simalungun,” kata Bupati.
Menurut Bupati, di Tahun 2022 untuk pembangunan Kabupaten Simalungun mendapatkan anggaran Rp 62 milyar diluar APBD. Dan di Tahun 2023 diluar APBD untuk pembangunan infrastruktur, kita mendapatkan Rp 349 milyar, hanya untuk infrastruktur, ini termasuk proyek multi years dari Provinsi.
Dan untuk proyek multi years, kata Radiapoh, Simalungun yang terbanyak, meskipun secara akumulatif dihitung dengan panjang jalan, kita mendapat yang paling kecil. Sementara untuk Tahun 2024, Kabupaten Simalungun mendapat anggaran Rp 194 milyar, demikian juga dengan DAK Simalungun mendapatkan yang tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumut.
Ini diberikan oleh pemerintah pusat by data yang ditinjau langsung oleh kementerian terkait irigasi di Kabupaten Simalungun, yang menyambangi kecamatan-kecamatan yang ada irigasinya, kata Bupati.
Pemerintah pusat juga melihat rekor Muri yang diraih Kabupaten Simalungun, ini juga salah satu yang mendasari pemerintah pusat untuk memberikan perhatiannya terhadap Simalungun. Dan pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan di pesisir pantai Danau Toba, sambungnya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan, masih banyak tugas-tugas ke depan yang membutuhkan dukungan Seluruh masyarakat, terutama rekan-rekan pers untuk membangun Tanoh Habonaron Do Bona ini.
Di Tahun 2023, kata Bupati Radiapoh, kita juga mendapatkan penambahan PAD sebesar Rp 11 milyar, kita bukan menaikkan tarif tapi menyesuaikan data-data yang ada. Oleh karena itu, Bupati mengajak rekan pers untuk kerjasama ke depan dalam pembangunan dan kemajuan Kabupaten Simalungun.(Zai)








