Jika hanya warga yang protes, sambungnya, pemilik toko beras tidak peduli. Sepertinya, harus aparat kepolisian dari Kesatuan Lalu Lintas Polres Pematangsiantar yang menindak.
“Kurasa, harus polisi lalu lintas yang bisa menertibkan parkir mobil tronton pengangkut berasnya baru dia takut. Kalau masyarakat sini gak dianggap. Apalagi pengguna jalan, pasti diajak berantam sama dia,” ungkap warga lain tak mau namanya ditulis.
Selanjutnya pria tersebut meminta agar Kapolres Pematangsiantar segera menindak supir truck tronton yang membawa puluhan ton beras.
“Bu Kapolres Pematangsiantar, kami warga sekalian pengguna jalan meminta agar menindak secara hukum supir tronton pengangkut beras toko di jalan Thamrin. Kami menduga ada main mata, karena aktifitas pemilik toko itu telah mengganggu pengguna jalan,” pintanya agar Kapolres segera memerintahkan Kasat Lantas menindak tegas supir truck tronton.
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak yang coba dimintai keterangan terkait arogan pemilik toko beras tersebut, belum berhasil ditemui di ruangannya.(ZAI)