Simalungun, Armedo.co – Pembelian spanduk dalam rangka HUT RI ke 81 di SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah) jauh lebih mahal daripada harga pasaran.
Diduga oknum penyedia jasa sengaja menaikkan harga tinggi tersebut demi memberikan jatah keuntungan, diskon terselubung, atau cashback kembali ke oknum di lapangan.
“Maaf sebelum nya pak.. Utk fee yg bapak pertnyakan tidak ada.
Kalau masalah harga pak, skarang belanja kan harus melalui siplah,” kata Korwil Pendidikan Dolok Batu Nanggar, Nurleli, Kamis (20/8/2026).
Menurut Nurleli, untuk mengetahui harga spanduk yang terindikasi mark up. Kontrol sosial, ada baiknya bertanya langsung ke pihak sekolah. Karena soal belanja itu sekolah yang men SIPLah kan.
“Silahkan tnya ke sekolah pak..
Krna soal belanja itu sekolah yang mensiplah kan,” pungkas Nurleli selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.
Terpisah, sejumlah pihak sekolah di Kecamatan Dolok Batu Nanggar mengatakan bahwa pengadaan spanduk senilai Rp 250.000 tersebut didistribusikan oleh pihak Koordinator Wilayah (Korwil).
“Pihak pengadaan tidak pernah datang ke sekolah, sebelumnya oleh Korwil ada mengabarkan bahwa pengadaan spanduk sudah ditentukan siapa yang menjadi pihak rekanan,” kata sumber anonim. (Zai)









