Simalungun, Armedo.co – Sejumlah guru di SMP Negeri 2 Hatonduhan ditengarai jarang masuk kelas. Yang mengakibatkan siswa menjadi tidak tertib, dan tidak mendapatkan materi pelajaran secara maksimal serta akan sulit mengejar ketertinggalan.
Sumber anonim, Jum’at (29/8/2025) mendesak agar Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih melalui Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan melakukan penelusuran akar masalah penyebab pasti guru jarang masuk kelas. Apakah karena masalah pribadi.
Profesional, atau administrasi. Karena siswa menjadi tidak tertib atau ribut, jadi untuk mengatasi ini, kata sumber anonim, kepala sekolah atau dinas pendidikan perlu menelusuri penyebab dan mengambil langkah. Menegur guru atau memberi pelatihan/pembinaan.
Bisa karena guru kurang persiapan, gaji rendah, atau permasalah lainnya yang tidak terkonfirmasi. Yang pasti akibat guru jarang masuk, kata sumber, siswa mengalami gangguan proses belajar dan sulit mengejar ketertinggalan karena tidak mendapatkan materi pelajaran secara maksimal.
Terkait guru yang sok kejam dan tukang tangkap barang siswa dan juga jarang masuk kelas mengakibatkan siswa terlantar setiap harinya hingga cabut merokok dibelakang Mushola sekolah SMP Negeri 2 Hatonduhan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.