Siantar, Armedo.co – Aktifitas bongkar muat di toko beras di jalan Thamrin, Kecamatan Sianțar Barat, Kota Pematangsiantar, kerap membuat pengguna jalan resah. Setiap hari, minimal ada 4 truck tronton bermuatan puluhan ton beras terparkir di bahu jalan di depan toko.
Alhasil, membuat pengguna jalan kesal, sebab, selain menggangu arus lalu lintas, pemilik toko dikenal arogan karena diduga dilindungi aparat hukum. Efeknya, pengguna jalan merana.
“Dampaknya, pengendara mobil saat melintas kesulitan di depan toko beras itu. Saya mau ke arah penggadaian. Tadi lewat samping sekolah methodist. Sewaktu mau lewat sini, aku kesulitan karena mobilku gak bisa melintas. Jalan ini untuk pengguna, bukan untuk parkir mobil tronton. Kalau diprotes takut ngamuk. Efeknya pengguna jalan karena dia katanya dilindungi aparat hukum,” cetus pengguna jalan kesulitan saat melintas karena terhalang bodi tronton, Rabu (27/08/2025).
Sejumlah warga sekitar juga mengaku gerah melihat tingkah pemilik toko karena dinilai sengaja memerintahkan supir truck tronton parkir tidak mematuhi peraturan lalu lintas.
Bahkan warga juga pernah memprotes pemilik toko agar supir truck tronton pembawa beras diparkir tidak memakan bahu jalan.
Malang, setiap diprotes, pemilik toko langsung mengamuk dan mengajak berantam. Gaya arogan pemilik toko membuat warga engga memprotes.
“Arogan kali pemilik toko itu. Kalau diprotes langsung marah. Gayanya langsung ngajak berantam. Seperti kemarin, karena ditegur pengendara mobil, pemilik toko memarahi dan mengajak berantam. Melihat tingkah nya kemarin, ujungnya warga disini malas ribut dengan dia,” timpal pria mengaku tinggal disekitar jalan Thamrin.