Simalungun, Armedo – Rombongan dari Mahasiswa GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Kota Siantar yang di pimpin langsung oleh Ketua GMNI Kota Siantar, Ronald Jeferson Panjaitan lakukan kunjungan ke Lapas Pematangsiantar, Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Pithra Jaya Saragih selaku Kalapas Kelas IIA Siantar, yang didampingi oleh Ka KPLP Raymon Girsang, Kasi Binadik Erwin Siregar serta Kasi Giatja Hasudungan Hutauruk. Para Mahasiswa GMNI melakukan kunjungan dalam rangka melihat secara langsung kondisi rill serta aktual Lapas Siantar.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Siantar dampingi langsung Mahasiswa GMNI menyusuri sekeliling Lapas, mulai dari dapur, klinik tempat ibadah, blok Hunian WBP hingga fasilitas pembinaan yang diadakan langsung oleh pihak Lapas dalam rangka meningkatkan kemampuan kemandirian warga binaan.
Mahasiswa GMNI yang didampingi KaLapas saksikan secara langsung suasana ibadah di dalam Lapas, operasional dapur hingga proses pembinaan kemandirian seperti kerajinan, kain tenun, pembuatan bata press serta budi daya hidropinik di Lapas.
Kalapas berharap GMNI mampu menjadi Jembatan antara Lapas kelas IIA Pematangsiantar dalam memasarkan Hasil karya Kemandirian WBP ,seperti Miniatur, Ulos tenun Meubel kerajinan tangan lainnya di tingkat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) agar mampu meningkatkan produktifitas WBP dan mampu memberikan bekal ,minat serta kemampuan WBP dalam berkarya dan menciptakan peluang mencari nafkah kertika WBP tersebut bebas nantinya
Rombongan GMNI juga melihat ruangan Straff cell dimana itu merupakan ruangan khusus penempatan WBP yang melakukan pelanggaran disiplin dan melanggar aturan tata tertib di dalam Lapas, salah satu contoh pelanggaran tata tertib yaitu perkelahian sesama WBP dan lainnya.
Straffcell pun mempunyai ketentuan yaitu 6 Hari, 14 hari dan masih bisa di perpanjang berdasarkan tingkat pelanggaran tatatertib nya. Kemudian setiap WBP yang masuk kedalam Straffcell akan dilakukan pemeriksaan apakah WBP yang melakukan pelanggaran tata tertib tersebut layak atau tidak dijatuhkan hukuman Registrasi F yaitu pencabutan Remisi dan pembatalan Asimilasi dan Integerasi online (PB,CB dan CMB).
Disela pertemuan tersebut Kalapas menyampaikan kepada para Mahasiswa GMNI Siantar bahwa Over Kapasitas didalam Lapas Siantar merupakan permasalahan Naaional yang artinya tidak hanya terjadi di Lapas ini, over Kapasitas ini terjadi hampir di seluruh Lapas di Indonesia.
Di akhir kunjungan, Mahasiswa GMNI mengucapkan terima kasih kepada pihak Lapas atas diperkenankannya dalam melihat kondisi Lapas yang dalam kondisi Over-Kapasitas. Meski dengan terbatasnya sarana prasarana yang tersedia serta minimnya jumlah SDM yang ada, Lapas Kelas IIA Siantar tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan yang diberikan sesuai SOP yang berlaku, baik kepada WBP maupun masyarakat. (Rel/Ndo)